Kumpulan Materi Teks Eksplanasi Kompleks

Advertisement



Pengertian Teks Eksplanasi Kompleks
Adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi

Tujuan Teks Eksplanasi Kompleks
Menginformasikan kepada pembaca tentang mengapa dan bagaimana suatu fenomena atau peristiwa yang dapat terjadi

Struktur Teks Eksplanasi Kompleks


  • Judul

Judul teks eksplanasi kompleks menggambarkan fenomena yang hendak dijelaskan.

  • Pernyataan Umum

Pernyataan umum dalam teks eksplanasi kompleks berisi definisi fenomena yang dijelaskan, konteks atau karakteristik umum Definisi biasanya ditandai adanya kata ialah, adalah, merupakan dan lain-lain Konteks bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna.

  • Penjelas

Penjelas pada teks eksplanasi kompleks berfungsi untuk menjelaskan mengapa atau bagaimana suatu fenomena dapat terjadi.

  • Penutup / Simpulan

Penutup dalam teks eksplanasi kompleks berisi simpulan atau opini penulis tentang fenomena yang dijelaskan.

Ciri Bahasa Teks Eksplanasi Kompleks


  • Kata serapan

Unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut.


  • Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti titik beku. Kata titik beku merupakan arti kata freezing point. Kata freezing point merupakan kata bahasa Inggris. Unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing.
  • Unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia, seperti hidrologi. Kata hidrologi berasal dari kata bahasa Inggris hydrology.



  • Konjungsi 
Ada dua jenis konjungsi, yaitu konjungsi eksternal dan kojungsi internal.

  • Konjungsi Eksternal, merupakan konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa, deskripsi benda, atau kualitas di dalam klausa kompleks atau antara dua klausa simpleks. Konjungsi eksternal mempunyai empat kategori makna, yaitu penambahan (contoh: dan, atau), perbandingan (contoh: tetapi, sementara), waktu (contoh: setelah, sebelum, sejak, ketika), dan sebab-akibat (contoh: sehingga, karena, sebab, jika, walaupun, meskipun).
Contoh:
Banjir terjadi di Kota Jakarta setelah hujan turun dua hari tanpa henti.
Kecelakaan lalu lintas sering terjadi karena pengguna jalan tidak tertib lalu lintas.

  • Konjungsi Internal, merupakan konjungsi yang menghubungkan argumen atau ide yang terdapat di antara dua klausa simpleks atau dua kelompok klausa. Konjungsi internal juga dapat dibagi ke dalam empat kategori makna, yaitu penambahan (contoh: *selain itu, di samping itu, lebih lanjut), perbandingan (contoh: akan tetapi, sebaliknya, sementara itu, di sisi lain), waktu (contoh: pertama, kedua … , kemudian, lalu, berikutnya), dan sebab-akibat (contoh: akibatnya, sebagai akibat, jadi, hasilnya).

Contoh:
Pertama, kesuksesan disebabkan oleh daya kreativitas.

"Akan tetapi, teks eksplanasi sering menggunakan konjungsi eksternal."


  • Hubungan sebab-akibat

Hubangan sebab-akibat dapat dinyatakan dengan banyak cara, baik dengan konjungsi, kata kerja, maupun kata benda.
Contoh:
Butir-butir air turun ke bumi karena gravitasi. (dengan konjungsi)
Butir-butir air turun ke bumi disebabkan oleh gravitasi. (dengan kata kerja)
Penyebab butir-butir air turun ke bumi adalah gravitasi. (dengan kata benda)

Kaidah Teks Eksplanasi Kompleks

  1. Menggunakan nomina/kata benda umum, contohnya: hujan, lumpur, air,tanah, badai tempe
  2. Menggunakan kata kerja/Verba, misalnya, berjalan, mengaduk, dipanasi, mengeras,lari dsb.
  3. Menggunakan kata tanya,"mengapa" dan "bagaimana" dalam menjelaskan proses terjadinya sesuatu.
  4. Menggunakan fakta/kenyataan: air menguap karena kena panas.
  5. Menggunakan bentuk kalimat pasif.

Contoh: Suhu bumi dipengaruhi musim.


Contoh Teks Eksplanasi Kompleks Singkat

Cara Membuat Kecap

Anda pasti sudah pernah mengetahui salah satu bumbu berwarna hitam, pekat sedikit cair,terasa manis atau asin dari kedelai.
Ya, itulah kecap. Kecap merupakan salah satu pelengkap makanan bakso, sop dsb. Kadang ada yang menggunakannya sebagai obat batuk.
Cara membuat kecap sangatlah mudah, sama halnya dengan membuat tempe dan tahu, asal sudah mengetahui urutan proses pembuatannya.Bahan bakunya antara lain kedelai (1 kg), garam (700 gr) gula merah (5 kg), daun jeruk (3 lbr) daun salam (2 lembar), pokak (1 sendok), air bersih (1,5 liter),jamur tempe (3 gr), Sereh ( 2 batang), laos (13 potong) Proses Pembuatan Pilihlah kedelai yang berkualitas bagus, bersih. Setelah itu kedelai dicuci bersih lalu direndam dengan air tawar selama 10-12 jam. Selanjutnya kedelai direbus sampai kulitnya mengelupas.Kedelai didinginkan di atas tampah, kalau sudah dingin kedelai ditaburi ragi, diaduk merata dan disimpan di ruangan yang bersuhu antara 250 sampai degan 300 derajat Celsius. Lama penyimpanan antara 3 s.d. 5 hari. Setelah disimpan, tambahkan garam lalu adonan ddiamkan selama 3 minggu. Setelah 3 minggu adonan diberi air bersih dan direbus sampai mendidih. Kemudian adonan disaring untuk memisahkan ampas dan sarinya. Sari kecap direbus /dimasak lagi bersama bumbu-bumbu lain sesuai rasa yang diharapkan. Proses merebus dihentikan jika sudah mendidih dan tidak berbuai. Cairan itu lalu didinginkan dan disaring. Cairan inilah yang kita sebut kecap.

Advertisement

Artikel Terkait: