Geser kebawah untuk membaca artikel!

Materi Lengkap Qadha dan Qadar (Pengertian Hikmah Ciri Ciri Ayat Alqur'an dan Hadist)

Advertisement

loading...
Pada kesempatan kali ini, saya mempunyai kesempatan yang sangat berharga untuk menyampaikan materi mengenai Qadha dan Qadar, Qadha dan Qadar termasuk kedalam rukun iman yang ke 6, seperti yang kalian ketahui, sekarang ini saya akan membeberkan semua yang berkaitan dengan Qadha dan Qadar. 


Mungkin bagi kalian semua masih banyak yang belum mengetahui mengenai beberapa aspek mengenai pembahasan kali ini, jadi sebelemunnya saya ingin meminta maaf bila terdapat kesalahan atau kekurangan pada tulisan saya kali ini, semoga kalian semua merasa terbantu dengan apa yang saya bagikan kali ini. Selamat membaca dan mempelajari hal yang INGSYAALLAH akan bermanfaat bagi kita semua di dunia maupun akhirat, selamat membaca!


Menurut bahasa qadha memiliki beberapa arti yaitu hukum, ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan. Sedangkan menurut istilah, qadha adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan iradah (kehendak-Nya), meliputi baik dan buruk, hidup dan mati, dan seterusnya. 
Menurut bahasa, qadar berarti kepastian, peraturan, dan ukuran. Sedangkan menurut istilah, qadar adalah perwujudan ketetapan (qadha) terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman azali sesuai dengan iradah-Nya. Qadar disebut juga dengan takdir Allah SWT yang berlaku bagi semua makhluk hidup, baik yang telah, sedang, maupun akan terjadi.

Pengertian Iman Kepada Qada dan Qadar
Beriman kepada qada dan qadar adalah menyakini dengan sepenuh hati adanya ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua mahluk hidup. Semua itu menjadi bukti kebesaran dan kekuasan Allah SWT. Jadi, segala sesuatu yang terjadi di alam fana ini telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Qadar, menurut bahasa yaitu: Masdar (asal kata) dari qadara-yaqdaru-qadaran, dan adakalanya huruf daal-nya disukunkan (qa-dran). Qadar (yang diberi harakat pada huruf daal-nya) ialah: Qadha’ (kepastian) dan hukum, yaitu apa-apa yang telah ditentukan Allah Azza wa Jalla dari qadha’ (kepastian) dan hukum-hukum dalam berbagai perkara
Qadha’, menurut bahasa ialah: Hukum, ciptaan, kepastian dan penjelasan. Asal (makna)nya adalah: Memutuskan, memisahkan, menen-tukan sesuatu, mengukuhkannya, menjalankannya dan menyele-saikannya. Maknanya adalah mencipta.


Dengan mengimani qadha dan qadar, kita dapat mengambil beberapa hikmah, antara lain :
  • Dapat membangkitkan semangat dalam bekerja dan berusaha, serta memberikan dorongan untuk memperoleh kehidupan yang layak di dunia ini.
  • Tidak membuat sombong atau takabur, karena ia yakin kemampuan manusia sangat terbatas, sedang kekuasaan Allah Maha Tinggi.
  • Memberikan pelajaran kepada manusia bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini berjalan sesuai dengan ketentuan dan kehendak Allah SWT.
  • Mempunyai keberanian dan ketabahan dalam setiap usaha serta tidak takut menghadapi resiko, karena ia yakin bahwa semua itu tudak terlepas dari takdir Allah SWT.
  • Selalu merasa rela menerimasetiap yang terjadi pada dirinya, karena ia mengerti bahwa semua berasal dari Allah SWT.


Hikmah dan ciri ciri seseorang yang memiliki keimanan yang benar kepada qodho dan qodar Allah SWT antara lain sebagai berikut :
  1. Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT.
  2. Menyebabkan Jiwa Merasa Tentram
  3. Menumbuhkan Jiwa Pemberani
  4. Menumbuhkan Semangat Bekerja Keras
  5. Semakin Optimis dalam Menjalani Hidup
  6. Menumbuhkan Soft Skill Pelajar
  7. Seimbang Antara Ikhtiar, Doa, dan Tawakal


Ayat-ayat yang menjelaskan tentang qhodo dan qodar diantaranya adalah ayat-ayat yang berkaitan dengan Kekuasaan dan KehendakNya terhadap hamba-Nya atas rezeki/nikmat, ajal/kematian, amal perbuatan, serta celaka dan bahagia sbb :
  • Rezeki/Nikmat
Meski rezeki/nikmat telah ditetapkan sesuai kehendakNya, namun Allah masih berkenan dan berkehendak untuk melapangkan dan menyempitkan, serta mengubah dan melebihkan rezeki-Nya tergantung kemampuan/upaya hamba-hamba-Nya. (lihat/baca: QS. Al-Anfal: 53; Ar-Ra’d:11; Saba’: 39; An-Nahl :71; Al-Ankabut : 62; Az-Zumar : 52 ; Ar-Rum : 37).
  • Ajal/Kematian
Dalam proses penciptaan manusia, ditetapkanlah ajal (kematiannya) yang tidak dapat dirubah-rubah waktunya. Tidak ada suatu umat-pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak pula dapat mengundurkanya. (lihat/baca: QS. Al-a’raf: 34; Ali-Imran: 145; Al-An’am : 2; Al-Mu’minum: 43; Yunus: 49; Al-Hijr: 5; Al-Munafiqun: 11; Al-Mu’min: 67).
  • Amal Perbuatan
Amal perbuatan manusia telah ditetapkan Allah pada saat pertama diciptakan, apabila manusia ingin selalu memperoleh kebenaran-Nya tiadalah ragu-ragu terhadapNya dan AgamaNya. Dalam perjalanannya, jiwa/roh-pun dapat diilhami ketakwaan maupun kefasikan (liha/baca: QS. Al-Isra’: 13; Al-Baqarah: 147 & 169; AS-Syams: 7-8).
  • Celaka/Bahagia
Takdir baik dan buruk, berencana maupun rahmat pada prinsipnya datang dari Allah. Bila kita beriman dan bertakwa serta mohon perlindunganNya maka kemudaratan apapun akan dapat dicegah/dihilangkanNya. Bencana/musibah yang akan ditimpakan Allah, semata-mata agar umatNya beriman kepada-Nya (lihat/baca QS. At-Taubah: 51; Al-Ahzab: 17; Ar-Rum: 36; At-Taghabun:11; Al-An’am: 17; Ali-Imran: 166; Al-Hadid: 22; Asy- Syura: 30; An-Nahl: 53).


  • Takdir Azali
Meliputi segala hal dalam 50.000 tahun sebelum terciptanya langit dan bumi, ketika Allah menciptakan Al Qalam dan memerintahkannya menulis segala apa yang ada sampai hari kiamat.
  • Takdir Umuri
Takdir yang diberlakukan atas manusia pada awal penciptaannya, ketika pembentukan air sperma sampai pada masa sesudah itu dan bersifat umum, rezeki, perbuatan, kebahagiaan dan kesengsaraan.
  • Takdir Sanawi
Takdir yang dicatat pada malam lailatul qadar setiap tahun. Pada malam itu ditulislah semua apa yang bakal terjadi dalam 1 tahun, mulai dari kebaikan, keburukan, rezeki, ajal dan lain-lain.
  • Takdir Yaumi
Dikhususkan untuk semua peristiwa yang telah ditakdirkan dalam 1 hari, mulai dari penciptaan, rezeki, menghidupkan, mematikan, mengampuni dosa, dan menghilangkan kesusahan dan sebagainya.


“Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah,40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupnya) sengsara atau bahagia.” (H.R.al-Bukhari dan Muslim)

Advertisement

loading...
Tag:

Artikel Terkait:

Silahkan download dan lihat video pembahasan yang lebih mudah!

search